Strict Standards: Accessing static property JCache::$_handler as non static in /home/pimco/public_html/libraries/joomla/cache/cache.php on line 420

Strict Standards: Accessing static property JCache::$_handler as non static in /home/pimco/public_html/libraries/joomla/cache/cache.php on line 422

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/pimco/public_html/libraries/joomla/cache/cache.php:420) in /home/pimco/public_html/plugins/system/languagefilter/languagefilter.php on line 76

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/pimco/public_html/plugins/system/jsecure/jsecure.php on line 19

Strict Standards: Declaration of JParameter::loadSetupFile() should be compatible with JRegistry::loadSetupFile() in /home/pimco/public_html/libraries/joomla/html/parameter.php on line 431

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/pimco/public_html/plugins/system/jsecure/jsecure.php on line 40

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/pimco/public_html/plugins/system/rokbox/rokbox.php on line 51

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/pimco/public_html/plugins/system/rokbox/rokbox.php on line 116
Penghentian Pabrik Pupuk Bahayakan Penduduk Sekitar - Pupuk Iskandar Muda
Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/pimco/public_html/templates/pim/index.php on line 39

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/pimco/public_html/plugins/content/jw_sigpro/jw_sigpro.php on line 43

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/pimco/public_html/plugins/content/jw_sigpro/jw_sigpro.php on line 44

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/pimco/public_html/plugins/content/simplepopup/simplepopup.php on line 51

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/pimco/public_html/plugins/content/simplepopup/simplepopup.php on line 43

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/pimco/public_html/plugins/content/jw_sigpro/jw_sigpro.php on line 43

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/pimco/public_html/plugins/content/jw_sigpro/jw_sigpro.php on line 44

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/pimco/public_html/plugins/content/simplepopup/simplepopup.php on line 51

Penghentian Pabrik Pupuk Bahayakan Penduduk Sekitar


Strict Standards: Non-static method PhocaPDFHelper::getPhocaPDFContentIcon() should not be called statically, assuming $this from incompatible context in /home/pimco/public_html/components/com_content/views/article/tmpl/default.php on line 42

Strict Standards: Non-static method PhocaPDFHelperBrowser::browserDetection() should not be called statically, assuming $this from incompatible context in /home/pimco/public_html/administrator/components/com_phocapdf/helpers/phocapdf.php on line 52

JAKARTA (Media), 8 Jan 04 : Jika penghentian operasi pabrik pupuk dibiarkan terlalu lama, dikhawatirkan membahayakan keselamatan penduduk sekitar. Soalnya, tempat pendingin pupuk amoniak bisa meledak apabila tidak ada pasokan gas. Karena itu, produsen pupuk di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang telah berhenti beroperasi mendesak pemerintah segera mengalihkan sebagian kargo LNG (liquefied natural gas) untuk memasok gas alam bagi pabriknya.

Pabrik pupuk di Aceh berhenti beroperasi karena pasokan gas dihentikan. Direktur Utama PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) Hidayat Nyak Mat mengungkapkan hal tersebut usai bertemu Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro di kantor Departemen ESDM, kemarin. Dalam pertemuan itu juga hadir Dirut PT Asean Aceh Fertilizer (AAF) Rauf Purnama dan Dirjen Industri Kimia, Agroindustri dan Hasil Hutan (IKAHH) Departemen Perindustrian dan Perdagangan (Depperindag), Zaenal Arifin. "Pemerintah bisa meminta produsen gas mengalihkan stok LNG di kargo untuk kebutuhan gas bagi tiga pabrik pupuk di Aceh yang telah stop produksi. Mereka bisa mencari gantinya dengan mengambil LNG dari sumber lain," kata Hidayat.

Menurut Hidayat sebagai operator pabrik pupuk nasional, mereka tetap menginginkan industri pupuk di Aceh bisa berjalan, mengingat industri ini strategis bagi perekonomian nasional maupun bagi rakyat Aceh. Namun, keputusan ada tidaknya pasokan gas bagi industri pupuk kini semuanya berada di tangan pemerintah. "Masalahnya kini dibawa ke sidang kabinet dan diharapkan ada keputusan dalam waktu dekat." Tunda ke LN Industri pupuk Aceh mengusulkan sejumlah opsi untuk mengatasi permasalahan yang ada. Salah satunya meminta pemerintah setidaknya menunda pengiriman LNG ke luar negeri sebanyak tiga kargo. Adanya stok gas dari kargo LNG tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan satu pabrik pupuk yang mencapai 50 juta kaki kubik per hari.

Hidayat menuturkan, pabrik PIM I sudah tutup akhir tahun lalu. Pabrik PIM II sudah mendapat pasokan gas secara bertahap dari tujuh juta kaki kubik hingga mencapai volume optimal 50 juta kaki kubik per hari di akhir Januari 2004. Aliran gas dapat dialirkan dari ladang gas Arun, Lhokseumawe yang dikelola ExxonMobil Oil Indonesia dan anak perusahaan Pertamina, PT Arun NGL ke PIM II karena awal tahun ini direncanakan diresmikan Presiden Megawati Soekarnoputri. Rencana peresmian pabrik PIM II ini molor dari jadual semula pada akhir Desember 2003 akibat masalah disetopnya pasokan gas ini, selain karena adanya kendala teknis dari PIM sendiri. "Tapi yang kami inginkan bukan PIM II saja yang jalan, melainkan juga dua pabrik pupuk lainnya yaitu PIM I dan AAF," ujar Hidayat.

Produsen pupuk di Aceh juga khawatir jika persoalan ini dibiarkan terlalu lama, dampaknya akan mengancam keselamatan penduduk sekitar. Pasalnya, amoniak pupuk yang saat ini menumpuk di storage (penampungan) jika tidak dipelihara tingkat suhunya dapat meledak. Amoniak tersebut harus didinginkan melalui generator yang bahan bakunya berasal dari gas. Generator ini juga membangkitkan listrik pabrik. Setelah tidak beroperasi, kata Dirut PT AAF Rauf Purnama pihaknya hanya melakukan pemeliharaan terhadap mesin pabrik maupun stok produksi.

Sedikitnya AAF harus mengeluarkan Rp10 miliar per bulan untuk pemeliharaan dan gaji karyawan tanpa mendapatkan keuntungan dari produksi. Padahal, tahun 2003 PT AAF ditargetkan memproduksi pupuk urea sebanyak 570.000 metrik ton (MT). Sejak dihentikan Agustus 2003, PT AAF baru memproduksi 200.000 MT. "Yang jelas, jika tahun ini pabrik kami mati total, pemerintah akan kehilangan pendapatan US$3 juta per tahun."

Sebelumnya, Menteri Energi Purnomo Yusgiantoro mengatakan, awal 2004 ini pemerintah akan memprioritaskan pasokan gas untuk kelangsungan operasional PIM II. Pasalnya, proyek tersebut sudah dijadualkan sejak lama untuk diresmikan Presiden Megawati Soekarnoputri. Sedangkan pasokan gas bagi PIM I dan AAF agak sulit diberikan karena pihak ExxonMobil masih terikat kontrak ekspor LNG ke Jepang dan Korea Selatan sehingga mereka sulit menyisakan stok untuk pabrik pupuk. Purnomo meminta kontrak ekspor LNG itu harus terpenuhi karena Indonesia harus menghormati kesepakatan yang dibuat dengan para pembeli LNG. (Wis/E-1)